Nerusin post yg kemaren. Begitu tahu permasalahannya terletak pada permission mounted folder yg di buat otomatis oleh ivman, ada 2 hal yg dpt saya pikirkan. Yang pertama, there’s gotta be some way to make ivman to set permission for every folder it’s created. So, saya cari settingnya pada file xml milik ivman di /etc/ivman. Ada satu setting yaitu ttg umask yang defaultnya bernilai ‘007′ yang mungkin berhubungan dgn masalah perijinan ini. Hmmm, ternyata dugaanku benar, umask mmg ada berhubungannya. Tanpa riset lebih lanjut lgs aku ganti aja menjadi ‘777′ dgn harapan semua user diijinkan untuk mengakses, perkiraaan saya setting umask=chmod. Ternyata tetep gak bs
Sempet saya tanyakan ama temen2x Assistant Lab di kantor, ternyata mereka jg gak familiar. Googling bentar akhirnya semua jd jelas. Umask kebalikan dari chmod, jd nilai yg seharusnya adalah ‘000′. Reboot lagi tapi tetep gak bisa ![]()
(lagi…)
Entries tagged as ‘Linux’
Searching for My ‘Ideal’ media center Part 2
April 10, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Kategori: Linux · Software
Ditandai: Freevo, Freevolive, Geexbox, Linux, Media Center
Searching for My ‘Ideal’ media center
April 8, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
Beberapa hari terakhir ini saya menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset mengenai software media center. Mulai yang berbasis Windows sampai dengan Linux (pengennya sih pake Haiku, hehehe)
Anyway berikut ini kriteria media center yang saya cari :
- Lightweight
- Running from Compact Flash
- Support TV & FM Radio
- Basic support : Video player, Music Player & Picture Viewer
- WAF (Wife Accepted Factor)
krn berjalan di pc memakai prosesor VIA C3 dgn Memory 256 MB
Dengan kriteria diatas mestinya mudah bukan ? Well, I’m completely wrong about that ![]()
(lagi…)
Kategori: Linux · Software
Ditandai: CF, Compact Flash, Freevo, Freevolive, Geexbox, Linux, Media Center, My Media System
Google Chrome dan Linux for Netbook
September 18, 2008 · & Komentar
Akhirnya sempet juga posting ke blog ini
Side job benar2x menguras waktu, energi dan semangat buat ngeblog
. Alhamdulillah dari 4 project (1 project resmi dan 3 side job) udah selesai separuh. Yang satu harus selesai sebelum lebaran dan yang terakhir sesudah lebaran. Moga2x semua bisa kelar on time.
Here’s some rants that I can think of for now….
Google Chrome
I know it’s a bit late. A really nice web browser coming from Google. Berikut ini adalah daftar keuntungan (menurut saya) memakai Google Chrome :
- Clean Interface, bikin browsing terasa lebih lega
- Fast Java Script Engine, coba login ke Gmail untuk membuktikannya
- Link Shortcut to Desktop, cocok buat Web 2.0 Application. Tapi untuk sementara saya bikin link buat Gmail aja. Paling enggak gak butuh install Mozilla Prism untuk mendapatkan fungsi yang sama
- Safe Thread Browsing, maksudnya tiap tab merupakan proses tersendiri sehingga ketika salah satu halaman web ada yang menyebabkan crash tidak membuat satu aplikasi ikut crash semua. Hal ini penting untuk aplikasi Web 2.0 macem Google Docs dan Google Spreadsheet.
- Incognito Mode, cocok buat suka browsing ke web-web serem
- Open Source, yah moga2x dengan open source si Chrome ini jadi cepet berkembang. Khan banyak yang bantuin buat develop
- Tidak memakai plugin, untuk sebagian orang mungkin ini merupakan satu kekurangan. Tapi buat saya ini justru merupakan sebuah keuntungan karena saya tidak perlu susah-susah men setup browser sesuai keinginan. Itulah sebabnya kenapa saya lebih memilih memakai Opera daripada Mozilla Firefox
Nah, kalo yang berikut ini daftar kekurangannya yang semoga saja bisa diperbaiki di versi yang akan datang :
(lagi…)
Kategori: Linux · My Thought · OS · Reviews · Software · Windows
Ditandai: Chrome, Google, Linpus, Linux, Netbook, Netbook Remix, Ubuntu, Xandros
Kunjungan Bill Gates di Indonesia
Mei 10, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Semalem waktu lagi nganggur, saya iseng2x aja nonton TV. Waktu itu kebetulan di TVRI sedang menyiarkan kuliah pagi Bill Gates dan presiden kita. Dari detikinet.com, yang sejak tadi pagi memberitakan tentang perkualiahan tersebut, saya jadi sedikit banyak tahu mengenai hal tersebut. It’s very exciting to watch him live.
Setelah acara tersebut selesai aku ganti channel ke TVone untuk acara Apa Kabar Indonesia yang kebetulan menampilkan Onno W. Purbo. Well, it’ so obvious that Mr. Onno didn’t like Microsoft and close source software in general. He is talking about copyright and copyleft, and how great using open source is. Untuk beberapa hal mungkin kang Onno benar, tapi ada beberapa hal yang terlalu dilebih-lebihkan. Mencoba menyamakan kemampuan software edukasi astronomy yang diperagakan Microsoft dengan solusi open source mungkin agak sedikit berlebihan. I don’t know anything about open source astronomy software, tapi apa yang diperagakan oleh Bill Gates it’s really great. So, chill out Kang ![]()
(lagi…)
Kategori: My Thought
Ditandai: Close Source, Linux, Microsoft, Open Source
MMS Screenshot
April 4, 2008 · & Komentar
Seperti janji saya, inilah screenshot dari MMS versi 1.1.0 RC4. Kebetulan kemaren lagi nyoba Puppy Linux NOP Edition R6 jadi sekalian aja saya ambil imagenya. Mengenai progress compile MMS RC4 sendiri masih gagal total. ./configure msh nyoba nyari taglib padahal udah jelas2x terinstall. Mau pindah ke RC5 kok file corrupt terus, padahal udah 2 kali download. Cape deh……
BTW, ini post saya yg pertama yang memakai image
Slow update…
Maret 31, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Yes I know, it’s been a while since my last post. Real life really drained my spare time. Jika ada waktu luang sedikit aku pergunakan untuk istirahat. So I rarely touch my project and doing some fun with linux. But I do watching the progress on the OS world.
My last activities on linux would be My Media System. It’s a lightweight multimedia front end that really fit my need. I try to make a package for Puppy Linux because AFAIK there’s no multimedia front end for it. It depend on Alsa Player for music playing and MPlayer or Xine for the movies. So the first step would be making package for Alsa Player since there’s none that I aware of. It’s really easy since there’s a Slackware package for it. I just convert it to pet package. You can look my post on Puppy forum here. Don’t be confused since I post it under my old nickname.
There’s a Mplayer package and Xine is included by default on Puppy. Because there’s no MMS package on Slackware so I have to compiled manually
I’m successfully making a Puppy package on second attempt but I can replicate it on my other development system
So I don’t have the courage to post on to Puppy forum because I can’t compiled again if there’s a bug or special compile flag.
MMS run wonderfully on my system. I’ll try to make some screenshot on my system but I can’t promise to post my package until I’m pretty sure about it.
There’s a new RC release, 1.1.0 RC5, when I write this post. It’s bring some new exciting features that make MMS more interesting. Let see if I can compile it again on my system.
Kategori: Linux
Ditandai: Linux, MMS, My Media System, Puppy Linux
Freevo Distro
Februari 22, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
I’ve been busy for the last few days. Gara2x serangan virus jadinya harus kerja bakti mulai bersihin virus sampe install ulang komputer di kantor
Padahal ditiap komputer sudah pake AVG yang selalu update tiap hari tetep aja kebobolan
Tapi disela-sela itu semua aku sempat research mengenai distro linux yang khusus ditujukan untuk media center menggunakan aplikasi Freevo. Freevo merupakan aplikasi media center, yang menurutku cukup ringan untuk komputer sekelas Pentium 3. Well, ini ada hubungannya dengan OS untuk my fanless ”Plastic Box” PC :) Dari hasil research pada om Google, ada 3 distro yang mengkhususkan diri untuk Freevo.
(lagi…)
Kategori: Linux
Ditandai: Freevo, Freevolive, Geexbox, Linux, Piren
Testing Haiku and SLAX 6.0 Mini Review
Februari 14, 2008 · & Komentar
With yesterday spirit, aku mendownload image Haiku untuk VMware. If the OS experience is great than I’ll instal it permanently in my laptop. Sayang sekali ternyata kualitas pre alpha nya masih terasa banget
So aku putuskan untuk bersabar menunggu sampai versi alpha benar-benar release.
Bersamaan dengan image Haiku, aku juga mendownload SLAX versi terbaru yaitu versi 6.0. Ternyata sekarang terbagi menjadi 2 jenis yaitu versi ISO untuk Live CD dan versi tar.gz untuk instalasi di flash disk. Aku putuskan untuk download yang versi ISO dulu. BTW, SLAX used to be my favorite Live CD and small distro (before I found Puppy Linux). Hanya dengan ISO sebesar kurang dari 200 MB kita bisa merasakan full KDE experience lengkap dengan KOffice-nya. Belum lagi sifatnya yang modular dimana kita bisa menambah aplikasi hanya dengan menyertakan modul-modul aplikasi tersebut di Live CD (you can do that on Puppy plus you can install your application natively). Hanya karena waktu development yang lama antara seri versi 5.x ke versi 6 yang menyebabkan aku sedikit lupa pada SLAX.

