Testing Haiku and SLAX 6.0 Mini Review

With yesterday spirit, aku mendownload image Haiku untuk VMware. If the OS experience is great than I’ll instal it permanently in my laptop. Sayang sekali ternyata kualitas pre alpha nya masih terasa banget 😦 So aku putuskan untuk bersabar menunggu sampai versi alpha benar-benar release.

Bersamaan dengan image Haiku, aku juga mendownload SLAX versi terbaru yaitu versi 6.0. Ternyata sekarang terbagi menjadi 2 jenis yaitu versi ISO untuk Live CD dan versi tar.gz untuk instalasi di flash disk. Aku putuskan untuk download yang versi ISO dulu. BTW, SLAX used to be my favorite Live CD and small distro (before I found Puppy Linux). Hanya dengan ISO sebesar kurang dari 200 MB kita bisa merasakan full KDE experience lengkap dengan KOffice-nya. Belum lagi sifatnya yang modular dimana kita bisa menambah aplikasi hanya dengan menyertakan modul-modul aplikasi tersebut di Live CD (you can do that on Puppy plus you can install your application natively). Hanya karena waktu development yang lama antara seri versi 5.x ke versi 6 yang menyebabkan aku sedikit lupa pada SLAX.

Pagi ini aku mencoba Live CD Slax pada laptop dikantor. Everything is great like the old SLAX version. Tapi justru karena itulah yang menjadi kekurangan versi 6.0 ini. Semuanya terasa seperti menggunakan SLAX versi 5.x. No new artwork so everything feels the same. Perubahan yang paling terasa ada pada systemnya itu sendiri. Ketika booting pertama kali kita diberi beberapa pilihan, (AFAIR, since I write this on branch office) yaitu Normal, Vesa Mode, Load to RAM dan Text Mode. Dan ketika booting pada mode normal kita langsung dibawa pada desktop KDE. Berbeda dengan versi sebelumnya dimana kita dibawa dahulu di mode konsole, kemudian login dan baru kita dibawa pada mode desktop.

Jadi kesimpulannya perubahan major version terletak pada Live Script yang menjadi dasar pembuatan SLAX. SLAX still great, dan jika modul-modul versi terbaru sudah tersedia pasti bisa membuat SLAX menjadi lebih hebat lagi. Bayangkan jika kita menggunakan instalasi model flash disk dan jika kita menginginkan aplikasi tersebut kita tinggal menyalin modul tersebut pada flash disk kita. Next time we boot then the application is already installed. Mudah bukan 🙂 (Anda juga bisa melakukan hal tersebut pada Puppy Linux juga lho)

Iklan

2 thoughts on “Testing Haiku and SLAX 6.0 Mini Review

  1. Saya juga coba Haiku lewat VMWare di Windows XP. Suka juga karena shell nya ampir mirip-mirip Bash. Sayangnya, karena males, saya males ngompreknya. Mangkanya sampe sekarang belom bisa online, apalagi install Firefox. Setup ip address aja belum bisa. Kalo mao serius sih mungkin bisa. Soalnya belakangan sibuk ngoprek openSuSE 10.3. OpenSuSE 10.2 canggih banget. Semuanya jalan. Tapi, berhubung yang 10.3 udah keluar, jadi saya install di Dell D610 yang saya punya. Masih banyak yang perlu dipelajarin.

    Ngomong-ngomong soal Slax, saya juga install Slax di pendrive. Canggih juga tapi sayang terlalu kecil. Cuma sekitar 220 MB. Pendrive yang saya punya sekitar 1 GB, jadi rasanya buang-buang duit karena masih banyak space yang nggak kepake. Ngomong-ngomong, saya bisa adduser, tapi sehabis reboot, kok usernya hilang ya? Jadi mesti adduser lagi. Setiap log on mesti pake root. Sorry, soalnya saya baru dengan Linux tapi karena canggih jadi ketagian, :p.

    Mungkin ‘ntar mo ditch Slax dan ganti dengan Ubuntu di pendrive.

    Balas
  2. Well, Haiku kan masih versi pre alpha jd masih agak ribet setup nya 🙂 Tapi kalo nyobanya pake VMWare saya kira gak ada masalah karena semua driver VMWare udah disupport. Kemaren waktu nyoba udah bisa ping ke komputer lain kok. Kalo Internet masih belum sempet nyoba karena disini Internetnya pake proxy jadi susah kalo setup aplikasi lewat Internet 😦

    Waktu pertama kali release versi 10.3 aku juga udah sempet nyoba yg versi 1 CD Gnome. Memang agak canggih dibandingkan Ubuntu. Tapi waktu nyoba live CD nya kok aplikasinya sering crash. Tapi mungkin waktu Live CD aja dia begitu kalo udah di install mungkin lain cerita. Anyway karena udah kehabisan space jadinya aku gak pernah sempet install OpenSuSE sampai hari ini.

    Namanya juga Live CD begitu Slax direstart maka semua konfigurasi yang kita lakukan jd ikut hilang. Gak pernah pake Slax lama sih, jadinya agak lupa bisa save session apa enggak. Tapi yang jelas si Puppy Linux pasti bisa 🙂 Kalo ada waktu coba aja si Puppy, nanti pasti ketagihan 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s