Kunjungan Bill Gates di Indonesia

Semalem waktu lagi nganggur, saya iseng2x aja nonton TV. Waktu itu kebetulan di TVRI sedang menyiarkan kuliah pagi Bill Gates dan presiden kita. Dari detikinet.com, yang sejak tadi pagi memberitakan tentang perkualiahan tersebut, saya jadi sedikit banyak tahu mengenai hal tersebut. It’s very exciting to watch him live.

Setelah acara tersebut selesai aku ganti channel ke TVone untuk acara Apa Kabar Indonesia yang kebetulan menampilkan Onno W. Purbo. Well, it’ so obvious that Mr. Onno didn’t like Microsoft and close source software in general. He is talking about copyright and copyleft, and how great using open source is. Untuk beberapa hal mungkin kang Onno benar, tapi ada beberapa hal yang terlalu dilebih-lebihkan. Mencoba menyamakan kemampuan software edukasi astronomy yang diperagakan Microsoft dengan solusi open source mungkin agak sedikit berlebihan. I don’t know anything about open source astronomy software, tapi apa yang diperagakan oleh Bill Gates it’s really great. So, chill out Kang 🙂

I know I can’t afford buying Microsoft product but I didn’t hate it. I like open source but I think It is not ready yet (on desktop, I know Linux is very ready on server to mainframe level). Bung Onno berpendapat kalau kita memakai produk Microsoft berarti kita menjadi konsumen. Dia bahkan memberikan analogi penulis dan pembaca untuk open vs close. Menurutku, sekarang ini kita masih dalam tahap sama-sama menjadi konsumen, tidak peduli apakah itu menggunakan open atau close source.

Di detikinet.com diberitakan kalo Microsoft pusat risetnya di Indonesia kalah banyak dibandingkan dengan pusat riset open source. Tapi pertanyaannya sekarang adalah apa yang sudah dihasilkan oleh pusat riset open source kita ? What, another Indonesian distro based on mainstream distro like Ubuntu or Fedora ?

Sejauh yang saya ketahui, masih belum ada kontribusi putra bangsa ini yang signifikan untuk dunia open source. Mungkin kita masih ada dalam tahap pengenalan, sosialisasi dan penyebaran open source bagi bangsa kita. It’s OK for now. Look at this site for example. Tetapi ketika mungkin suatu hari nanti open source sudah menjadi mainstream di negeri kita, saya berharap kita juga bisa memberi kontribusi juga terhadap open source tersebut.

So, what can I do to help open source world ? Untuk saat ini aku terus melakukan riset pribadi untuk mencari distro Linux yang mudah untuk pemakaian sehari-hari. Untuk kriteria “my version of the perfect linux desktop” akan saya tulis pada lain waktu. Berdasarkan pengalaman mencoba berbagai macam distro tersebut nanti bisa dijadikan referensi bagi seseorang yang ingin mencoba linux “the easy way”. Saya juga mencoba membuat beberapa paket aplikasi yang belum ada di Puppy Linux. How about Haiku ? Until they reach alpha or even beta status, I think I just keep lurking 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s