Me and The City

Diplesetkan dari serial terkenal Sex and The City yang kemudian dijadikan versi layar lebarnya. Aku suka banget serial ini, punya koleksi serialnya lengkap. Tapi sayang belum sempet aku tonton semua, jadi sampe sekarang aku masih belum ngerti gimana endingnya 😦 . Now, I’m dying to see the big screen movie version.

Aku suka serial tersebut bukan karena ada kata “sex” disana ( salah satu aspek penting juga sih 🙂 ). Yang paling aku suka yaitu penggambaran kota New York dengan semua tingkah laku penduduknya. Entah kenapa aku suka banget nonton film2x yang menggambarkan landscape daerah serta budaya keseharian daerah tersebut. Sepertinya aku bisa membayangkan gimana rasanya jika hidup disana.


Weekend kemaren pas lagi nganggur banget aku baca manga (komik jepang) Angel Heart yang dilanjutnya dengan nonton film jepang Swing Girls. Kedua hal tersebut kemudian membuatku tersadar. Aku udah menghabiskan waktu selama kurang lebih 12 tahun hidup di kota metropolitan. Tapi selama 12 tahun itu pula hatiku tidak pernah bisa sreg tinggal disana. Aku selalu berkeinginan untuk pindah ke kota yang lebih kecil dan kalau bisa pindah ke kota kelahiran. Alhamdulillah keinginanku sekarang terkabul sudah.

Dalam hati aku terus bertanya, kenapa aku pengen hidup di kota kecil. And now I know why. It’s because I love this city. Why I love it, I don’t really know. Apakah karena kota ini kota agrobis, atau karena iklimnya, atau karena penduduk dan budayanya (campuran jawa dan madura), atau karena merupakan kota yang sedang berkembang, atau karena lebih tenang dibandingkan kota metropolitan lainnya, atau malah karena aku terkena efek legenda kota ini sendiri.

Once upon a time, ada sebuah sungai yang mengalir melalui jantung kota yang bernama sungai Bedadung. Orang tua disini bercerita bahwa barang siapa yang telah berani mandi di sungai Bedadung maka kemanapun dia melangkah pasti akan kembali ke kota ini juga. Waktu kecil aku sering banget bermain-main dan mancing di sungai tersebut karena hanya berjarak 200 meter saja dari rumah. Apakah karena hal tersebut aku akhirnya kembali ke kota ini ? Semoga aja tidak 🙂

I love this city and I’m proud to be a part of it. How about your city ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s