Google Chrome dan Linux for Netbook

Akhirnya sempet juga posting ke blog ini πŸ™‚ Side job benar2x menguras waktu, energi dan semangat buat ngeblog :). Alhamdulillah dari 4 project (1 project resmi dan 3 side job) udah selesai separuh. Yang satu harus selesai sebelum lebaran dan yang terakhir sesudah lebaran. Moga2x semua bisa kelar on time.

Here’s some rants that I can think of for now….

Google Chrome
I know it’s a bit late. A really nice web browser coming from Google. Berikut ini adalah daftar keuntungan (menurut saya) memakai Google Chrome :

  • Clean Interface, bikin browsing terasa lebih lega
  • Fast Java Script Engine, coba login ke Gmail untuk membuktikannya
  • Link Shortcut to Desktop, cocok buat Web 2.0 Application. Tapi untuk sementara saya bikin link buat Gmail aja. Paling enggak gak butuh install Mozilla Prism untuk mendapatkan fungsi yang sama
  • Safe Thread Browsing, maksudnya tiap tab merupakan proses tersendiri sehingga ketika salah satu halaman web ada yang menyebabkan crash tidak membuat satu aplikasi ikut crash semua. Hal ini penting untuk aplikasi Web 2.0 macem Google Docs dan Google Spreadsheet.
  • Incognito Mode, cocok buat suka browsing ke web-web serem πŸ™‚
  • Open Source, yah moga2x dengan open source si Chrome ini jadi cepet berkembang. Khan banyak yang bantuin buat develop πŸ™‚
  • Tidak memakai plugin, untuk sebagian orang mungkin ini merupakan satu kekurangan. Tapi buat saya ini justru merupakan sebuah keuntungan karena saya tidak perlu susah-susah men setup browser sesuai keinginan. Itulah sebabnya kenapa saya lebih memilih memakai Opera daripada Mozilla Firefox

Nah, kalo yang berikut ini daftar kekurangannya yang semoga saja bisa diperbaiki di versi yang akan datang :

  • Butuh memory banyak, karena satu tab merupakan satu proses tersendiri maka secara gak langsung membutuhkan memory yg lumayan. Kerasa banget kalo memory komputernya kebetulan masih cekak 😦
  • Interface downloadnya masih sederhana banget, gak ada fungsi menghapus semua daftar file yang sudah selesai di download
  • Saya tidak bisa memakai edisi resmi Google Chrome karena ada masalah setup dengan Proxy dikantor. Terpaksa pake versi open source nya yaitu Chromium yang tidak ada embel-embel Googlenya.

Untuk saat ini saya belum berani menjadikan Chrome sebagai browser default, bukan karena kekurangannya tapi karena masih belum sreg aja πŸ™‚

Linux Mobile Edition
Dengan menjamurnya produksi Netbook yang dipelopori oleh Asus dengan Xandros Linux nya maka banyak distro-distro linux lainnya yang berusaha membuat distro yang cocok untuk Netbook. Hal ini yang buat saya heran. Kenapa tidak dari dulu bikin distro umum dengan interface sederhana seperti yang biasanya dipakai di netbook jadi user tidak dipusingkan dengan pilihan DE seperti GNOME dan KDE. Ambil contoh Xandros Linux yang dipakai oleh EEEPC. Dengan interface seperti itu user tidak peduli apakah EEEPC menggunakan KDE sebagai fondasinya. Yang penting bisa semua jalan sesuai dengan keinginan user dan user bisa dengan gampang mempelajarinya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka saya jadi tertarik untuk mencoba distro netbook untuk pemakaian umum. So far (yang saya tahu) ada 3 distro linux dengan interface khusus untuk netbook :

  • Xandros Linux
  • Merupakan distro bawaan dari Asus EEEPC. Tidak ada versi gratis yang bisa digunakan untuk Netbook lainnya. So untuk mencobanya dipersilahkan untuk membeli Asus EEEPC terlebih dahulu πŸ™‚

  • Linpus Linux Lite
  • Merupakan distro bawaan dari Netbook Acer Aspire One. Untungnya Linpus berbaik hati menyediakan versi gratisnya. Dulu saya pernah menyoba distro ini, hasilnya lumayan sih. Tapi saya kesulitan untuk membuat resolusinya menjadi lebih tinggi. Dengan sifatnya yang agak tertutup maka saya tidak tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut.

  • Ubuntu dengan interface Netbook Remix
  • Ubuntu sudah menyiapkan diri agar distronya siap diinstall untuk netbook dengan membuat interface yang memudahkan user berinteraksi pada netbook yang umumnya berlayar kecil (maksimal 10 inch). Mereka memberi nama interfacenya dengan sebutan Netbook Remix. Jadi pada intinya distro standar Ubuntu bisa digunakan pada Netbook dengan menambahkan interfacenya saja.

Jadi yang bisa saya coba hanya Ubuntu dengan Netbook Remix nya. Dulu saya pernah menggunakan Ubuntu dan saya merasa kurang sreg untuk menjadikan Ubuntu sebagai OS utama. Hal tersebut membuat saya jadi ragu2x juga untuk bermain-main dengan Ubuntu lagi 😦 Semoga ada distro lain yang dengan Interface Netbook yang bisa saya jadikan OS alternatif.

Iklan

4 thoughts on “Google Chrome dan Linux for Netbook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s