Searching for My ‘Ideal’ media center

Beberapa hari terakhir ini saya menghabiskan banyak waktu untuk melakukan riset mengenai software media center. Mulai yang berbasis Windows sampai dengan Linux (pengennya sih pake Haiku, hehehe)

Anyway berikut ini kriteria media center yang saya cari :

  1. Lightweight
  2. krn berjalan di pc memakai prosesor VIA C3 dgn Memory 256 MB

  3. Running from Compact Flash
  4. Support TV & FM Radio
  5. Basic support : Video player, Music Player & Picture Viewer
  6. WAF (Wife Accepted Factor) πŸ™‚

Dengan kriteria diatas mestinya mudah bukan ? Well, I’m completely wrong about that 😦

Pertama2x mengenai pemilihan OS. Karena saya ingin diinstall ke CF maka Windows XP bukan menjadi pilihan utama. Ya, saya tahu saya bisa melakukan kustomisasi dengan aplikasi seperti nlite atau xplite untuk mendietkan Windows menjadi lebih ramping. I’ve done that in the past. Actually I succeeded making under 300 MB Windows XP installation with everything working perfectly. Tapi masalahnya pada terletak pada software media center (MC) nya itu sendiri. Tidak ada MC di Windows yang cukup ringan untuk berjalan di prosesor VIA C3. Saya sudah mencoba XBMC, Media Portal, Elisa, Meebo dan ada satu lg yg saya lupa namanya. Bahkan saya mencoba interface untuk CarPC seperti FreeRunner dan FreeIce hanya untuk mencari interface yang ringan dan tidak bloat (coba pake FreeIce, it’s the favorite so far). Tp tidak ada yang berjalan lancar pada sistem saya. Jadi jalan terakhir harus memakai Linux.

Sebenarnya ada satu Distro Linux untuk MC yang sampe saat ini tetap saya pakai dan selalu menjadi favorite. Distro tersebut adalah GeexBox. In fact, tinggal install GeexBox ke CF maka selesai sudah. Hampit semua kriteria diatas terpenuhi dengan memakai Geexbox. Hanya pada 1 hal GeexBox gagal, which is WAF πŸ™‚ UI GeexBox terlalu sederhana yg menyebabkan Istri saya tidak tertarik memakainya 😦

So the journey continue……

Untung ada site ini yang banyak membantu kondisi Open Source MC saat ini. Dari daftar tersebut ada 2 aplikasi yang menjadi perhatian saya, Freevo dan MyMediaSystem (MMS). I’ve tried MMS in the past too, try to compile it under Puppy Linux. Berhasil sih, cuman butuh proses yg lama untuk belajar dan compilasinya. Ditambah lagi pada versi terbaru 1.10 tidak support Radio lagi :(. Jadi satu2xnya harapan ada pada pundak Freevo πŸ™‚

Freevo yang ada skr ini msh merupakan versi lama yaitu versi 1.83. Pengembangan untuk versi 2.x berjalan sangat lamban. Malah kl tdk salah mau direwrite ulang. GeexBox yg dulu berencana memakai Freevo 2.x sebagai basis MC terpaksa meninggalkan dan sekarang malah sedang membangun MC versi mereka sendiri (Enna).

Krn pengen cepet selesai maka saya berusaha menggunakan Distro Linux khusus Freevo yg ada, yaitu FreevoLive dan Piren. Pertama saya coba Piren karena lebih up2date (berbasis Debian Lenny). Sayangnya gagal ketika diinstall ke CF 😦 Karena berbasis Debian maka saya coba install Debian nya yg asli. Ternyata gagal juga :(. Kemudian saya menemukan dokumentasi mengenai installasi Freevo pada CF menggunakan Ubuntu Intrepid. Saya mencoba langkah demi langkah sesuai dokumentasi tp tetep gagal juga. Ternyata Debian dan Ubuntu hanya support CF dengan konverter CF to IDE yg menggunakan UDMA. Sayangnya yg saya punya hanya support PIO4. So back to zero again…

Akhirnya saya mencoba FreevoLive (berbasis Mandriva 2007.1 Spring), dan ternyata berhasil install ke CF πŸ™‚ Horay…. πŸ˜€ tp ternyata muncul permasalahan baru. Freevo yg dipakai ternyata versi 1.7.3, cukup lama karena versi terbaru utk Mandriva adalah versi 1.8.0 (lama juga sih, tp utk saat ini blm ada pilihan lain…).
Saya coba mengupdate Freevonya lebih dahulu. Berhubung ini pengalaman pertama saya mengoprek Mandriva maka saya sempet bingung jg melakukan automatic update. Karena udah tidak sabar (udah banyak waktu yg saya habiskan utk masalah MCE ini) maka saya update manual, yaitu download paket rpm nya satu persatu. Setelah melalui dependency hell akhirnya kelar juga updatenya (note to myself, don’t try to update Mandriva manually because it’s really exhausted). Tp ketika dijalankan memakai automatic login (user biasa, bukan root) jadi malah gagal 😦 ternyata harus mengetikkan perintah ‘freevo cache’ dahulu ketika selesai update. Akhirnya bisa jalan juga, hehehe….

Tp kok gak support automount untuk USB storage ya. Padahal ketika pake XFCE bisa lgs dimount 😦 ya terpaksa oprek2x lg 😦 Pertama saya coba pake setting plugin bawaan Freevo, gagal 😦 Browsing sebentar ternyata bisa dilakukan menggunakan usbmount. Cari usbmount utk Mandriva, tidak ada 😦 Googling lagi nemu pmount. Cari pmount untuk Mandriva ternyata ada πŸ™‚ Install pmount, sukses ! trus pmount nya hrs diapakan nih ? Googling lg, ternyata pmount tidak bisa otomatis, hrs diketikkan manual 😦 udah mulai nyerah nih… Coba googling sekali lg nemu ivman. ivman handler otomatis untuk even HAL yang kebetulan biasa dipake bareng pmount. Seep. Trus cari ivman for Mandrive, ketemu. Lgs aja install, sukses !. Coba jalankan ivman dan tancepin usb flashnya, sukses ! πŸ™‚ Akhirnya… πŸ˜€ skr restart menggunakan automatic login (bukan root), gagal 😦 user biasa tidak dpt ijin untuk mengakses folder hasil mount yg dibikin ivman. Googling lg, oops udah jam 7.00. Waktunya ngantor dulu πŸ™‚ Diterusin entar malem, tinggal dikit lg nih πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s